Libur Diperpanjang, Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belajar dari Rumah hingga Akhir Juli

PONOROGO – Puluhan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo belum memulai kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sambil menunggu selesainya pembangunan sekolah permanen di Madiun, para siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah hingga akhir Juli 2026.

Hingga Rabu (22/7/2026), suasana di Sekolah Rakyat Rintisan Ponorogo masih tampak lengang. Belum ada aktivitas belajar mengajar maupun pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Devi Tri Candrawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka diundur hingga 31 Juli atau 1 Agustus 2026 sesuai kebijakan dari kementerian.

Penundaan dilakukan karena pembangunan sekolah permanen di Madiun masih dalam tahap penyelesaian. Selain itu, tenaga pendidik dari Sekolah Rakyat Ponorogo juga masih dibutuhkan untuk memberikan pendampingan selama masa transisi.

“Pembelajaran tatap muka diundur hingga akhir Juli atau awal Agustus. Selama masa penundaan, siswa tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh sesuai arahan dari kementerian,” ujar Devi Tri Candrawati.

Selama proses belajar dari rumah, para siswa memanfaatkan berbagai platform digital, seperti Zoom, Google Form, dan grup percakapan untuk menerima materi pembelajaran dari para guru.

Menurut Devi, sistem pembelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa. Bagi siswa yang belum memiliki gawai maupun akses internet, sekolah melibatkan wali asuh serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti proses belajar.

“Kami menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi siswa. Bagi yang belum memiliki perangkat atau akses internet, kami bekerja sama dengan wali asuh dan pendamping PKH agar tidak ada siswa yang tertinggal,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Madiun saat ini telah mencapai sekitar 92 persen. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Setelah seluruh sarana dan prasarana dinyatakan siap, para siswa dijadwalkan memulai pembelajaran tatap muka sekaligus menjalani sistem pendidikan berasrama di sekolah tersebut.

Share
Tutup