Pemprov Jatim Gelontorkan Rp8,15 Miliar untuk Penataan Kawasan Makam Batoro Katong di Ponorogo
Ponorogo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,15 miliar untuk menata kawasan wisata religi Makam Batoro Katong di Kelurahan Setono, Kabupaten Ponorogo. Penataan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kawasan sekaligus memberikan kenyamanan bagi para peziarah.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Dwi Puspitorini, mengatakan anggaran tersebut berasal dari Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata religi sekaligus memperbaiki infrastruktur lingkungan di sekitar Makam Batoro Katong,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp7,05 miliar digunakan untuk pembangunan drainase dan peningkatan jalan lingkungan. Selain itu, Rp800 juta dialokasikan untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), sedangkan Rp300 juta digunakan untuk pembangunan MCK Plus dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Penataan akan difokuskan di sejumlah ruas, yakni Jalan Barito, Jalan Raden Wijaya, dan Jalan Rantamsari. Drainase lama akan diganti menggunakan sistem U-Ditch, sementara jalan lingkungan akan dipasang paving block, dilengkapi penerangan jalan, serta pembangunan gapura kawasan.
Pekerjaan penataan ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari sejak dimulai.
Menurut Dwi, penataan kawasan tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan peziarah, tetapi juga mengurangi kesan kumuh di sekitar makam serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui sektor wisata religi.
Dengan peningkatan sarana dan prasarana tersebut, kawasan Makam Batoro Katong diharapkan menjadi destinasi wisata religi yang lebih tertata, nyaman, dan representatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang berziarah.






