Semester Pertama 2026, Paket Lelang di PBJ Setda Ngawi Masih Minim
Ngawi – Hingga akhir semester pertama tahun 2026, jumlah paket pekerjaan yang ditangani Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi masih tergolong minim. Kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah sepanjang tahun ini
Kepala Bagian PBJ Setda Ngawi, Rahmat Fitrianto, mengatakan hingga Juni 2026 hanya terdapat empat paket pekerjaan yang diproses melalui mekanisme lelang. Paket tersebut terdiri dari dua paket pekerjaan konstruksi dan dua paket jasa konsultansi.
Nilai kontrak dari keempat paket tersebut mencapai sekitar Rp4,3 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp4,7 miliar. Dua paket konstruksi meliputi pembangunan laboratorium serta paket konsolidasi milik Dinas Pendidikan. Sementara dua paket jasa konsultansi merupakan kegiatan pengawasan terhadap kedua proyek konstruksi tersebut.
Selain paket lelang, Bagian PBJ juga memfasilitasi pengadaan langsung dengan total pagu anggaran Rp10,2 miliar dan nilai kontrak mencapai Rp9,9 miliar.
Pengadaan langsung tersebut terdiri atas satu paket pengadaan barang, enam paket pekerjaan konstruksi, 50 paket jasa konsultansi, serta 55 paket kegiatan lainnya.
Rahmat menjelaskan, jumlah paket pengadaan yang ditangani PBJ tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran, berkurangnya paket lelang juga disebabkan semakin banyaknya pengadaan yang dilakukan melalui skema e-purchasing.
Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat sebanyak 1.534 paket pengadaan telah dilaksanakan melalui mekanisme e-purchasing. Dalam skema tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melakukan proses pengadaan secara langsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Rahmat, penggunaan e-purchasing membuat proses pengadaan menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga sejumlah paket pekerjaan tidak lagi perlu diproses melalui mekanisme lelang di Bagian PBJ.






