Damkar Ngawi Catat 66 Kasus Kebakaran hingga Juli 2026

Ngawi – Musim kemarau memicu peningkatan jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Ngawi. Hingga akhir Juli 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mencatat sedikitnya 66 kejadian kebakaran, dengan kebakaran lahan dan rumah menjadi kasus yang paling mendominasi.

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Ngawi, sebanyak 66 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan dan rumah menjadi penyumbang kasus terbanyak selama musim kemarau.

Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ngawi, Ismail Munaroh Roy, menjelaskan kebakaran rumah tercatat sebanyak 16 kasus. Mayoritas dipicu oleh kelalaian penghuni dan korsleting instalasi listrik.

Sementara itu, kebakaran lahan mencapai 22 kasus. Sebagian besar diperkirakan disebabkan aktivitas pembakaran sampah serta puntung rokok yang dibuang sembarangan. Adapun sisanya meliputi kebakaran kandang ternak, gudang, kendaraan, dan objek lainnya.

Akibat puluhan peristiwa tersebut, total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Menurut Ismail, selama musim kemarau intensitas kebakaran meningkat cukup signifikan. Bahkan, dalam satu hari petugas pernah menangani hingga lima kejadian kebakaran.

“Selama musim kemarau, jumlah kejadian kebakaran meningkat cukup signifikan. Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati agar tidak terjadi kebakaran akibat kelalaian,” ujar Ismail Munaroh Roy, Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ngawi.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Ngawi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau ketika kondisi lingkungan lebih kering sehingga api mudah merambat.

Selain itu, petugas terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meningkatkan upaya pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Ngawi.

Share
Tutup