Sejumlah Warga Ngawi Mulai Alami Kesulitan Air Bersih Akibat Musim Kemarau
Ngawi – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kabupaten Ngawi. Puluhan warga di Dusun Tambak Selo, Desa Banyuurip, terpaksa berjalan hingga dua kilometer setiap hari demi mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur warga mengering dan pasokan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mulai berkurang.
Kondisi kekeringan mulai terjadi di Dusun Tambak Selo, Desa Banyuurip, Kabupaten Ngawi. Memasuki musim kemarau, sejumlah sumur milik warga tidak lagi mengeluarkan air. Sementara itu, debit air dari Instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) desa juga terus menurun sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.
Akibatnya, puluhan kepala keluarga harus mencari sumber air alternatif yang berada di area persawahan. Dengan membawa galon, ember, jeriken, hingga berbagai wadah penampung lainnya, warga berjalan sejauh satu hingga dua kilometer untuk mengambil air yang kemudian dibawa pulang ke rumah.
Aktivitas tersebut kini menjadi rutinitas warga setiap hari. Mereka harus mengantre dan bergantian mengambil air dari satu-satunya sumur yang masih mengeluarkan air agar seluruh kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Salah seorang warga, Lilik, mengaku sumur di rumahnya mulai mengering sejak sekitar satu bulan terakhir. Sejak saat itu, ia harus bolak-balik ke sumber air antara lima hingga sepuluh kali setiap hari. Air yang diperoleh digunakan untuk kebutuhan memasak, mencuci, mandi, hingga minum ternak.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup melelahkan karena membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Meski demikian, warga tidak memiliki pilihan lain karena sumber air di sekitar permukiman sudah tidak lagi mencukupi.
Keluhan serupa disampaikan Suratno, warga setempat. Ia menyebut sedikitnya 25 hingga 30 kepala keluarga kini terdampak kekeringan. Bahkan, sumur yang menjadi sumber air tersebut juga dimanfaatkan warga dari dusun lain yang mengalami kesulitan serupa.
Meningkatnya jumlah warga yang mengambil air membuat masyarakat khawatir debit air di sumur tersebut akan semakin cepat menyusut apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Warga berharap sumber air itu tetap mampu memenuhi kebutuhan hingga hujan kembali turun.
Hingga kini, warga masih mengandalkan sumber air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih agar aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu apabila kondisi kekeringan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.






