Ratusan KK di Ngawi Terdampak Kekeringan, BPBD Mulai Salurkan Air Bersih

Ngawi – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi. Sedikitnya 197 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam desa pada empat kecamatan terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mulai mendistribusikan bantuan air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau.

Setiap wilayah terdampak memperoleh pasokan sekitar 5.000 liter air bersih dalam setiap pengiriman. Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan sedikitnya delapan tangki air bersih kepada masyarakat.

Sebelum pendistribusian dilakukan, petugas terlebih dahulu melaksanakan pemantauan lapangan serta menyiapkan tandon dan tempat penampungan air agar proses penyaluran berjalan efektif.

Partoyo menegaskan, BPBD Ngawi bersiaga selama 24 jam untuk memenuhi permintaan distribusi air bersih dari masyarakat. Meski demikian, jumlah permintaan hingga saat ini belum terlalu tinggi karena beberapa daerah yang selama ini rawan kekeringan telah mendapatkan intervensi melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Dampak kemarau panjang mulai dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah desa mengalami penurunan debit sumber air sehingga pasokan air bersih menjadi terbatas.

Bahkan, sebagian warga terpaksa berjalan hingga sekitar dua kilometer untuk memperoleh air bersih dari sumber air yang masih tersedia.

BPBD Kabupaten Ngawi mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

Share
Tutup