Hasil Uji Laboratorium, Air Bengawan Solo di Ngawi Masih Penuhi Baku Mutu Meski Berwarna Hitam

Ngawi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi memastikan kualitas air Sungai Bengawan Solo di wilayah Ngawi masih memenuhi baku mutu berdasarkan hasil uji laboratorium. Meski demikian, secara visual air sungai masih tampak berwarna hitam pekat, terutama saat musim kemarau.

Fenomena perubahan warna air tersebut menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Namun, hasil pengujian yang dilakukan DLH Ngawi di sejumlah titik menunjukkan parameter kualitas air masih berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan.

Pengelola Data dan Informasi DLH Kabupaten Ngawi, Ice Wijayanti, mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air masih memenuhi standar. Salah satunya pada parameter warna yang memiliki baku mutu sebesar 59, sementara hasil pengukuran hanya mencapai 39.

“Berdasarkan hasil pengujian di beberapa titik, kualitas air Sungai Bengawan Solo masih memenuhi baku mutu yang berlaku. Untuk parameter warna misalnya, baku mutunya 59, sedangkan hasil pengukuran berada di angka 39. Meski demikian, secara kasat mata air memang masih terlihat berwarna hitam,” ujar Ice Wijayanti.

Menurut Ice, perubahan warna air diduga berkaitan dengan masuknya limbah dari wilayah hulu Bengawan Solo. Sumber pencemaran diperkirakan berasal dari aktivitas industri, termasuk pabrik tekstil dan pabrik gula yang berada di daerah aliran sungai bagian hulu.

Ia menjelaskan, penanganan pencemaran Sungai Bengawan Solo dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah bersama Kementerian Lingkungan Hidup melalui pemantauan dan pengujian kualitas air secara berkala.

“Pemantauan kualitas air terus dilakukan bersama pemerintah provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan kondisi sungai sekaligus mengidentifikasi sumber pencemaran yang berasal dari wilayah hulu,” jelasnya.

DLH Ngawi menegaskan, meski air Sungai Bengawan Solo sering berubah menjadi hitam pekat saat musim kemarau, hingga saat ini kondisi tersebut belum menunjukkan dampak signifikan terhadap lingkungan maupun ekosistem berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan.

Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan pengujian kualitas air secara berkala untuk memastikan kondisi Sungai Bengawan Solo tetap berada dalam batas baku mutu serta mencegah potensi pencemaran yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan di masa mendatang.

Share
Tutup