Hari Jadi Ponorogo ke-530 Jadi Momentum Dorong Pembangunan dan Lestarikan Budaya

Ponorogo – Kabupaten Ponorogo genap berusia 530 tahun pada 11 Agustus 2026. Peringatan Hari Jadi Ponorogo tahun ini tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus mendorong pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.

Tahun ini, Hari Jadi Ponorogo mengusung tema Sekar Kinanthi: Wening Daya”. Tema tersebut menggambarkan semangat masyarakat Ponorogo untuk terus tumbuh dalam harmoni, memperkuat kebersamaan, serta bergerak bersama menuju masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan semangat Hari Jadi harus diikuti dengan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong sejumlah target pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan hingga penguatan kualitas sumber daya manusia, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Lisdyarita berharap momentum Hari Jadi Ponorogo dapat menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada aspek fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia.

Selain pembangunan, peringatan Hari Jadi Ponorogo ke-530 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Salah satunya pertunjukan Reyog Ponorogo, kesenian khas daerah yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Ponorogo.

Pertunjukan Reyog menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat. Pelestarian budaya diharapkan tetap berjalan seiring dengan perkembangan pembangunan daerah.

Peringatan Hari Jadi Ponorogo ke-530 pun diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bergerak bersama, membangun daerah yang lebih maju tanpa kehilangan akar budaya dan jati diri Ponorogo.

Share
Tutup