Sampah Organik Diolah Jadi Maggot, Dimanfaatkan untuk Pakan Ternak
KOTA MADIUN – Pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot mulai dikembangkan di Kota Madiun. Selain membantu mengurangi volume sampah organik, budidaya ini juga menghasilkan pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha peternakan dan perikanan.
Organisasi Pramuka menjadi salah satu pihak yang memanfaatkan sampah organik untuk dibudidayakan menjadi maggot. Hasil panen maggot kemudian disalurkan ke pondok pesantren dan pelaku UMKM untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Budidaya maggot dinilai menjadi salah satu solusi dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. Proses budidayanya juga tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga relatif mudah diterapkan di lingkungan masyarakat.
Maggot dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan, termasuk untuk mendukung budidaya ikan lele maupun unggas. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya pakan sekaligus memberikan nilai tambah dari pengelolaan sampah.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan pengelolaan sampah perlu dimulai dari tingkat rumah tangga dengan melakukan pemilahan berdasarkan jenisnya.
Sampah organik dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, salah satunya melalui budidaya maggot. Sementara sampah anorganik dapat dikelola sesuai jenisnya agar memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Dengan pemilahan dan pengelolaan sejak dari sumbernya, diharapkan hanya sampah residu yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Pemerintah Kota Madiun berharap budidaya maggot dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi masyarakat di wilayah lain dalam mengolah sampah secara produktif sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.






