Asap Kebakaran Ancam Jarak Pandang, Pengguna Tol Diminta Waspada
MADIUN — Musim kemarau dengan cuaca panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran lahan di sekitar ruang milik jalan tol. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan asap yang dapat mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Mengantisipasi potensi kebakaran, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri atau JNK menyiagakan tim pemadam serta memperkuat pemantauan di sejumlah titik rawan.
Tim pemadam disiapkan untuk menangani kebakaran secara manual menggunakan gepyok maupun mobil tangki air jika kobaran api cukup besar. Langkah pencegahan juga dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Perhutani.
Selain itu, sosialisasi diberikan kepada petani di sekitar jalur tol agar tidak membakar jerami maupun sisa hasil pertanian di dekat jalan tol. Aktivitas pembakaran tersebut dikhawatirkan dapat memicu kebakaran sekaligus mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Berdasarkan pemetaan, sejumlah titik yang dinilai rawan berada di kilometer 620 hingga 631. Wilayah tersebut melintasi area yang berdekatan dengan hutan dan lahan semak kering.
Untuk memastikan kondisi jalur tetap aman, pemantauan dilakukan secara berkala melalui patroli Mobile Customer Service atau MCS setiap 30 menit.
Selama Juli hingga Agustus 2026, beberapa kejadian kebakaran skala kecil di sekitar ruang milik jalan tol telah tercatat dan berhasil ditangani dengan cepat.
Pengguna jalan tol diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika menemui asap kebakaran yang mengarah ke badan jalan dan berpotensi mengganggu jarak pandang. Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan serta memperhatikan kondisi lalu lintas di depan untuk menjaga keselamatan perjalanan.






