Sempat Tuai Kontroversi, EO Konser Josjis Fest 2026 Siap Tanggung Risiko Kerusakan Stadion

PONOROGO – Stadion Gelora Batoro Katong Ponorogo akhirnya diizinkan menjadi lokasi konser musik Josjis Fest 2026. Keputusan tersebut sempat menuai kekhawatiran terkait kondisi rumput lapangan dan fasilitas stadion.

Namun, Pemerintah Kabupaten Ponorogo memastikan penggunaan stadion untuk kegiatan non-olahraga telah melalui kajian. Event organizer (EO) penyelenggara juga menyatakan siap menanggung seluruh risiko apabila terjadi kerusakan pada rumput maupun fasilitas stadion.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo telah menerbitkan izin pemanfaatan Stadion Gelora Batoro Katong sebagai lokasi pelaksanaan Josjis Fest 2026.

Izin tersebut diberikan setelah Pemkab Ponorogo melakukan kajian terhadap dampak penggunaan stadion untuk kegiatan non-olahraga. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kondisi rumput lapangan yang selama ini digunakan untuk kegiatan sepak bola.

Untuk menjaga kondisi lapangan, setelah pelaksanaan konser stadion akan ditutup selama kurang lebih satu pekan. Penutupan dilakukan untuk memberikan waktu pemantauan dan perawatan terhadap rumput lapangan.

Perawatan meliputi pemupukan, penyiraman, hingga perbaikan pada bagian rumput yang mengalami kerusakan akibat kegiatan konser.

Kabid Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Ponorogo, Wahid Purwanto, mengatakan pemerintah daerah tidak akan menanggung biaya perbaikan apabila terjadi kerusakan akibat penyelenggaraan konser.

Tanggung jawab perbaikan sepenuhnya dibebankan kepada pihak event organizer sesuai dengan ketentuan pemanfaatan stadion.

Sementara itu, perwakilan EO, Musriyawan, menyatakan pihaknya telah melakukan studi kelayakan serta studi banding ke sejumlah stadion yang pernah digunakan untuk kegiatan serupa. Beberapa stadion yang menjadi lokasi studi banding berada di Semarang, Yogyakarta, dan Madiun.

Pihak penyelenggara juga memastikan panggung utama tidak akan ditempatkan di atas rumput lapangan. Panggung direncanakan berada di area jogging track untuk meminimalkan dampak terhadap kondisi lapangan sepak bola.

Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, penyelenggara menilai Josjis Fest 2026 berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Kegiatan konser diperkirakan dapat menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), parkir, serta memberikan pendapatan daerah melalui pemanfaatan stadion dan penjualan tiket.

Dengan adanya jaminan perawatan serta tanggung jawab atas potensi kerusakan, Pemkab Ponorogo berharap pemanfaatan Stadion Gelora Batoro Katong tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengganggu fungsi utamanya sebagai sarana olahraga.

Share
Tutup