Harga Ambruk, Peternak Magetan Bagi-bagi 3 Ton Telur ke Jalanan
MAGETAN – Anjloknya harga telur di pasaran memicu aksi protes puluhan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mereka turun ke jalan dengan membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes atas merosotnya harga jual telur yang berada di bawah harga pokok produksi.
Aksi tersebut dilakukan di sejumlah titik jalan di Magetan pada Rabu pagi. Warga yang melintas tampak antusias menerima pembagian telur gratis dari para peternak. Selain menjadi bentuk protes, aksi ini juga sebagai simbol bahwa telur merupakan kebutuhan pangan penting bagi masyarakat, namun hasil produksi peternak justru tidak terserap pasar secara optimal.
Para peternak mengaku saat ini menghadapi tekanan berat akibat harga jual telur yang terus melemah, sementara biaya produksi terutama harga pakan terus meningkat. Kondisi tersebut membuat usaha peternakan rakyat semakin tidak menguntungkan.
Perwakilan peternak, Teguh Wahyudi, mengatakan kondisi di lapangan kini telah memasuki fase kelebihan produksi. Ribuan butir telur disebut menumpuk di kandang karena minimnya serapan pasar. Program penyerapan telur dinilai belum berjalan maksimal karena pembelian masih terbatas dan tidak konsisten.
Saat ini harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang mencapai Rp26.500 per kilogram. Di sisi lain, biaya produksi terus mengalami kenaikan sehingga peternak kesulitan menutup operasional usaha mereka.
Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur dan memberikan perlindungan terhadap usaha peternakan rakyat. Mereka menilai produksi telur nasional sebenarnya sudah mencukupi, sehingga diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan pasar.
Peternak juga menyebut aksi bagi-bagi telur ini baru langkah awal. Mereka membuka kemungkinan melakukan aksi lanjutan apabila kondisi harga tidak segera membaik.






