Populasi Sapi Turun, Harga Sapi Kurban di Magetan Mulai Naik
MAGETAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi kurban di Kabupaten Magetan mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini dipengaruhi menurunnya populasi sapi akibat dampak penyakit mulut dan kuku atau PMK yang masih terasa dalam beberapa tahun terakhir.
Aktivitas jual beli sapi kurban di sejumlah kandang dan pasar hewan di Magetan mulai meningkat. Namun, para pedagang dan peternak mengaku saat ini menghadapi keterbatasan stok sapi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan populasi sapi di daerah tersebut masih menjadi dampak panjang dari wabah PMK yang sempat menyerang ternak. Kondisi itu membuat harga sapi kurban mengalami kenaikan, di antaranya berada di kisaran dua hingga dua setengah juta rupiah per ekor dibandingkan harga normal sebelumnya.
Untuk sapi dengan bobot sedang, harga yang sebelumnya berada di kisaran 23 juta rupiah kini meningkat menjadi sekitar 25 hingga 27 juta rupiah per ekor. Meski demikian, pemerintah memastikan kebutuhan hewan kurban di Magetan masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Berdasarkan data tahun 2025, populasi sapi potong di Magetan tercatat sekitar 68.900 ekor, sedangkan sapi perah sekitar 525 ekor. Meski mengalami penurunan dibanding sebelum wabah PMK, pasokan hewan kurban disebut masih dapat dipenuhi melalui tambahan dari luar daerah.
Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan saat ini juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban, terutama yang masuk dari luar daerah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di pasar hewan dan lokasi penampungan untuk mencegah penyebaran PMK menjelang Idul Adha.
Setiap hewan kurban yang diperdagangkan juga wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH sebagai jaminan kelayakan dan keamanan untuk dikurbankan.






