BGN Tambah Menu Telur MBG, Respons Anjloknya Harga di Magetan
MAGETAN – Anjloknya harga telur di Kabupaten Magetan membuat pemerintah turun tangan. Badan Gizi Nasional atau BGN kini mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menyerap hasil produksi telur dari peternak lokal.
Dalam beberapa pekan terakhir, peternak ayam petelur di Magetan berada dalam tekanan akibat turunnya harga jual di tingkat kandang. Harga telur kini berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pembelian pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat banyak peternak kesulitan bertahan, terutama karena biaya pakan belum mengalami penurunan signifikan. Selisih harga yang cukup jauh berdampak pada menurunnya pendapatan peternak.
Menanggapi kondisi itu, BGN mulai memperkuat peran program MBG untuk membantu penyerapan telur dari peternak lokal. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Jawa Timur diminta menambah menu berbahan telur dalam paket makanan bergizi.
Khusus di Kabupaten Magetan, frekuensi menu telur dalam program MBG ditingkatkan dari dua kali menjadi tiga kali dalam satu minggu. Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga di tingkat peternak.
Koordinator Wilayah BGN Magetan, Dyah Putri Kustia Dewi, menyebut kebijakan ini sebagai upaya menjaga keseimbangan antara produksi dan penyerapan pasar.
Sebelumnya, puluhan peternak ayam petelur di Magetan sempat melakukan aksi dengan membagikan sekitar tiga ton telur gratis di kawasan Alun-Alun Magetan sebagai bentuk kekecewaan terhadap harga yang terus merosot.
Meski program MBG dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek, peternak berharap adanya kebijakan yang lebih kuat untuk menstabilkan harga agar kondisi serupa tidak kembali terulang saat produksi melimpah.






