Sekolah Rakyat Rintisan di Magetan Batal, Pemkab Fokus Siapkan Lahan dan Penjangkauan Siswa

MAGETAN – Rencana pelaksanaan Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Magetan dipastikan batal dilaksanakan tahun ini. Meski sebelumnya pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi sementara, program dari Kementerian Sosial tersebut kini diprioritaskan bagi daerah yang telah menyelesaikan proses penjangkauan calon siswa.

Sebelumnya, Dinas Sosial Kabupaten Magetan telah menyiapkan lokasi sementara di Graha Literasi Plaosan sebagai tempat penyelenggaraan awal. Namun, berdasarkan instruksi terbaru dari pemerintah pusat, pelaksanaan Sekolah Rakyat rintisan hanya diperuntukkan bagi daerah yang telah menyelesaikan tahapan penjangkauan siswa.

Sementara itu, Kabupaten Magetan saat ini masih berada pada tahap pra-penjangkauan siswa. Tahapan ini difokuskan pada anak usia lima hingga sepuluh tahun yang menjadi prioritas untuk masuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Elmy Kurnianto Widodo, menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat di Magetan nantinya akan mencakup jenjang SD hingga SMA dengan sistem pendidikan berasrama.

Pada tahap awal, pemerintah daerah berencana mengajukan empat rombongan belajar atau rombel, terdiri dari dua rombel tingkat SD dan dua rombel tingkat SMP. Masing-masing rombel akan diisi sekitar 40 siswa.

Selain menyiapkan calon siswa, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah permanen. Sesuai ketentuan, luas lahan yang dibutuhkan mencapai enam hektare.

Namun hingga saat ini, lahan yang baru dalam tahap pengurukan masih sekitar satu hektare. Pemerintah daerah pun terus melakukan berbagai persiapan agar program Sekolah Rakyat permanen dapat direalisasikan di Kabupaten Magetan.

Meski Sekolah Rakyat rintisan batal dilaksanakan tahun ini, Pemkab Magetan memastikan proses persiapan tetap berjalan, mulai dari penyediaan lahan hingga pendataan calon siswa penerima manfaat.

Share
Tutup