Pemkab Ngawi Akui Sulit Tekan Kenaikan Harga Pangan
NGAWI – Harga sejumlah komoditas bahan pangan di pasar tradisional Kabupaten Ngawi mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Kabupaten Ngawi mengakui belum bisa berbuat banyak, karena lonjakan harga dipengaruhi faktor global yang tengah terjadi.
Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) menyebut kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas utama. Di antaranya minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, hingga berbagai jenis sayuran.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh dampak situasi global, termasuk terganggunya pasokan dari sejumlah daerah penghasil. Kondisi ini membuat harga di tingkat pasar ikut terdongkrak.
Menurutnya, faktor global menjadi penyebab utama yang berada di luar kendali pemerintah daerah.
Meski demikian, untuk menekan laju inflasi, Pemkab Ngawi telah menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya menggelar operasi pasar, melakukan pengawasan stok di pasaran, serta menjalin kerja sama lintas daerah guna menjaga ketersediaan pasokan.
Namun, upaya tersebut diakui belum tentu dapat menurunkan harga dalam waktu cepat. Langkah yang dilakukan lebih difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak inflasi.
DPPTK juga memperkirakan kenaikan harga bahan pangan masih akan berlanjut, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diiringi peningkatan permintaan.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan akan terus menjaga ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.






