Bupati Minta Dikbud Telusuri Penyebab Tingginya Angka Putus Sekolah

NGAWI – Tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Ngawi menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Ngawi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk segera melakukan penelusuran langsung guna mengetahui penyebab pasti kondisi tersebut.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menegaskan pentingnya pemetaan yang detail agar solusi yang diberikan dapat tepat sasaran. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya berbasis data kasus, tetapi harus disertai identifikasi penyebab secara menyeluruh.

Faktor penyebab putus sekolah, seperti kondisi ekonomi, keluarga, hingga sosial masyarakat, harus dipetakan secara rinci. Hal ini penting agar langkah penanganan yang diambil benar-benar efektif.

Ia juga menyoroti bahwa saat ini pemerintah telah memiliki berbagai program pendukung pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), sehingga persoalan biaya seharusnya tidak lagi menjadi alasan utama siswa putus sekolah.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi keluarga dalam kategori desil I dan desil II. Bupati berharap siswa yang telah putus sekolah dapat terakomodasi melalui program tersebut.

“Yang paling penting adalah mengetahui penyebab masing-masing kasus, sehingga penanganannya bisa tepat,” ujar Ony.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, angka putus sekolah tingkat SD mencapai sekitar 200 siswa atau 0,4 persen dari total 44.500 siswa di 502 sekolah. Sementara pada tingkat SMP, tercatat sebanyak 530 siswa atau sekitar 2,3 persen dari total 22.500 siswa di 82 sekolah.

Pemerintah daerah berharap, dengan pemetaan yang lebih detail, angka putus sekolah di Kabupaten Ngawi dapat ditekan secara bertahap.

Share
Tutup