Produksi Padi Meningkat, Serangan OPT Ancam Petani

MAGETAN – Program peningkatan produksi padi melalui pola tanam empat kali setahun atau IP 400 terus didorong pemerintah guna mendukung swasembada pangan nasional. Namun di balik peningkatan produksi tersebut, petani mulai menghadapi risiko meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Program IP 400 mulai diterapkan di sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Magetan sebagai upaya meningkatkan produksi padi sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Magetan, pada tahun 2025 luas tanam padi mencapai 61.705 hektare. Sementara luas panen mencapai 62.767 hektare dengan total produksi sebesar 392.960 ton.

Namun, peningkatan intensitas tanam tersebut juga berdampak pada meningkatnya serangan OPT seperti wereng, penggerek batang, hingga berbagai penyakit tanaman. Kondisi ini terjadi karena siklus hama menjadi tidak terputus akibat lahan yang terus ditanami padi sepanjang tahun.

Jika sebelumnya petani masih memberikan jeda dengan menanam palawija, kini sebagian besar lahan sawah ditanami padi secara berulang tanpa jeda.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Magetan, Romandhon, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pengendalian untuk menekan serangan hama di lapangan.

Salah satunya dengan mengintensifkan sekolah lapang bagi petani, termasuk pelatihan pembuatan agen hayati dan bubur kalifornia. Program ini dilakukan melalui kelompok tani di masing-masing kecamatan agar petani mampu melakukan pengendalian OPT secara mandiri.

Selain itu, petugas penyuluh dan pengamat hama juga diterjunkan ke wilayah rawan untuk melakukan pemantauan secara berkala. Petani pun diimbau untuk tidak berlebihan dalam menggunakan pestisida kimia guna mencegah terjadinya resistensi hama.

Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, pemerintah daerah berharap program peningkatan produksi padi tetap berjalan optimal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produksi pangan diharapkan terus meningkat tanpa menimbulkan kerugian besar bagi petani.

Share
Tutup