Cegah Kelangkaan Saat Libur Iduladha, Pemantauan LPG Diperketat

KOTA MADIUN – Menjelang libur Hari Raya Iduladha, Dinas Perdagangan Kota Madiun memastikan stok LPG tiga kilogram di wilayah Kota Madiun dalam kondisi aman. Pemantauan dilakukan di sejumlah pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap tercukupi.

Dinas Perdagangan Kota Madiun melakukan pemantauan stok gas elpiji bersubsidi tiga kilogram sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha dan sejumlah agenda kegiatan pada bulan Juni mendatang.

Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar agen dan pangkalan di Kota Madiun diperkirakan akan menerima tambahan fakultatif LPG tiga kilogram dari Pertamina. Meski penjualan sempat mengalami sedikit penurunan, stok LPG bersubsidi dipastikan tetap aman sesuai alokasi yang telah ditentukan. Harga jual di tingkat pangkalan juga masih sesuai harga eceran tertinggi, yakni Rp18 ribu per tabung untuk konsumen akhir.

Sementara itu, LPG non subsidi atau Bright Gas mengalami penyesuaian harga sejak 18 April 2026. Untuk ukuran 12 kilogram dijual sekitar Rp228 ribu per tabung, sedangkan ukuran 5,5 kilogram sebesar Rp107 ribu per tabung. Meski demikian, permintaan dari pelaku usaha dan masyarakat masih tetap stabil.

Pengawasan bersama Pertamina dan Hiswana Migas terhadap penggunaan LPG bersubsidi terus dilakukan. LPG tiga kilogram ditegaskan hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro, sementara sektor hotel, restoran, dan kafe diwajibkan menggunakan LPG non subsidi.

Selain itu, pembelian LPG tiga kilogram di pangkalan masih mewajibkan konsumen menunjukkan KTP untuk pendataan Nomor Induk Kependudukan dalam sistem milik Pertamina.

Share
Tutup