Tidak Mampu Survive, Perumda Sumber Sarana Sentosa Milik Pemkab Merugi
NGAWI – Kondisi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sumber Sarana Sentosa milik Pemerintah Kabupaten Ngawi tengah mengalami tekanan. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan daerah tersebut mencatat kerugian hingga ratusan juta rupiah sehingga tidak mampu memberikan kontribusi pendapatan kepada kas daerah.
Direktur Perumda Sumber Sarana Sentosa, Anang Aprianto Nugroho, mengatakan sejak dirinya menjabat pada 2019 hingga 2023, perusahaan masih mampu menyumbangkan pendapatan bagi pemerintah daerah. Meski sempat terdampak pandemi Covid-19 pada 2020, sejumlah unit usaha seperti katering, percetakan, dan pengelolaan lahan perkebunan masih dapat menopang operasional perusahaan.
Namun kondisi berubah setelah pengelolaan lahan perkebunan di kawasan Karangtengah Prandon dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi pada 2024. Padahal, sektor perkebunan merupakan penyumbang pendapatan terbesar yang selama ini menopang operasional unit usaha lainnya.
Akibat kehilangan sumber pendapatan utama tersebut, Perumda mulai mengalami kerugian. Pada tahun 2024 kerugian tercatat sekitar Rp300 juta, sedangkan pada 2025 mencapai sekitar Rp150 juta. Kondisi ini membuat perusahaan tidak lagi mampu memberikan pemasukan bagi kas daerah.
Untuk mempertahankan operasional perusahaan, pada 2026 Perumda mulai mengembangkan usaha resi gudang. Selain itu, unit usaha lama seperti katering, percetakan, dan fotokopi tetap dijalankan. Manajemen berharap pengembangan usaha baru dan kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ngawi dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.
Anang juga menjelaskan bahwa sejak berdiri sekitar tahun 1976 dengan nama Sumber Bhakti, perusahaan telah menerima penyertaan modal sekitar Rp2 miliar hingga tahun 2016. Namun sejak dirinya menjabat pada 2018 hingga saat ini, belum ada lagi penyertaan modal baru dari pemerintah daerah.






