Luas Tanam Tembakau Menurun hingga 50 Persen, Dinas Sebut Faktor Cuaca Jadi Pemicu
Magetan – Luas areal tanam tembakau di Kabupaten Magetan pada musim tanam tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Magetan menyebut kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama tingginya curah hujan pada awal musim tanam, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tersebut.
Penurunan luas tanam terutama terjadi pada musim tanam tembakau yang berlangsung sekitar April hingga Mei. Di sejumlah wilayah dataran tinggi, curah hujan masih cukup tinggi sehingga menyebabkan banyak bibit tembakau mati atau gagal tumbuh.
Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih beralih menanam komoditas lain yang dinilai lebih aman untuk menghadapi kondisi cuaca. Akibatnya, luas tanam tembakau di Kabupaten Magetan tahun ini diperkirakan turun sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Saat ini, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Magetan diperkirakan hanya berkisar antara 250 hingga 300 hektare. Penurunan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang selama ini dibudidayakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Magetan.
Meski luas tanam mengalami penurunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menyebut harga tembakau pada musim ini justru cenderung lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Harga tembakau basah dengan kualitas tinggi saat ini mencapai sekitar Rp10 ribu per kilogram.
Sementara itu, tembakau varietas Rejeb Parang yang telah diolah menjadi rajangan halus dapat dijual hingga Rp700 ribu per tiga kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp500 ribu per tiga kilogram.
Subkoordinator Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Magetan, Bambang Utomo, mengatakan kondisi harga yang cukup baik menjadi peluang bagi petani meski luas tanam mengalami penurunan. Namun, hasil produksi tetap dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan keberhasilan tanaman tumbuh hingga masa panen.
Untuk mendukung petani, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Magetan memfasilitasi pengadaan bibit dan media tanam. Dinas juga memberikan bantuan tandon air bagi wilayah yang mengalami kekurangan air serta membuka peluang kerja sama dengan mitra pembeli baru.
Langkah tersebut dilakukan agar hasil panen tembakau petani dapat terserap lebih luas. Dengan adanya tambahan mitra pembeli, petani diharapkan memiliki lebih banyak pilihan dalam memasarkan hasil produksi tembakaunya.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan maupun mengintervensi harga tembakau. Harga komoditas tersebut sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar serta tingkat permintaan dari pembeli.
Dinas berharap kondisi iklim pada musim tanam berikutnya lebih mendukung sehingga luas areal tanam tembakau di Kabupaten Magetan dapat kembali meningkat. Dengan dukungan cuaca, sarana produksi, serta pasar yang lebih luas, produksi dan pendapatan petani tembakau diharapkan tetap terjaga.






