RSUD dr. Soedono Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan yang Inklusif
KOTA MADIUN – RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 di Gedung Graha Gardjito, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif, transparan, berkeadilan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Forum tersebut mengusung tema “Transformasi Layanan Rumah Sakit Menuju Pelayanan Kesehatan yang Inklusif, Berkeadilan, Berbasis Keselamatan Pasien, dan Berorientasi pada Kebutuhan Kelompok Rentan.” Melalui kegiatan ini, RSUD dr. Soedono membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghimpun masukan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Sebanyak 44 perwakilan instansi menghadiri forum tersebut. Peserta berasal dari unsur pemerintah daerah, Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota, BPJS Kesehatan, Dewan Pengawas Provinsi Jawa Timur, Forkopimda, rumah sakit jejaring, akademisi, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga media massa. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di wilayah PAWITANDIROGO.
Dalam paparannya, Direktur RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur, dr. Ananda Haris, Sp.BS., MARS, menyampaikan berbagai capaian serta arah pengembangan rumah sakit sebagai Rumah Sakit Kelas B Pendidikan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus rumah sakit rujukan regional wilayah PAWITANDIROGO.
Ia menjelaskan, pengembangan rumah sakit diarahkan pada penguatan kompetensi layanan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026, pengembangan layanan unggulan, implementasi Rencana Strategis BLUD 2026–2030, peningkatan standar pelayanan, penyampaian maklumat pelayanan, evaluasi hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), hingga berbagai inovasi yang bertujuan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai masukan, kritik, serta harapan terkait peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk mendorong perbaikan layanan secara berkelanjutan.
Direktur RSUD dr. Soedono, dr. Ananda Haris, menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga. Karena itu, setiap kritik, saran, maupun apresiasi yang disampaikan melalui Forum Konsultasi Publik menjadi pijakan bagi RSUD dr. Soedono untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin inklusif, berkeadilan, mengutamakan keselamatan pasien, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kepuasan masyarakat akan selalu menjadi tujuan utama kami,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026, RSUD dr. Soedono berharap sinergi antara rumah sakit, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat dapat terus terjalin. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur.






