Telusuri Jejak Sejarah, Plt Wali Kota Madiun Temukan Genta di Petilasan Reksogati
Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai menelusuri berbagai situs dan peninggalan sejarah yang tersebar di sejumlah kelurahan. Upaya tersebut dilakukan untuk menggali nilai sejarah sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis budaya yang dimiliki Kota Madiun.
Penelusuran dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah menggunakan sepeda pada Kamis (6/8/2026).
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kawasan Kelurahan Sogaten, yang dikenal memiliki keterkaitan dengan tokoh penyebar agama Islam, Kyai Ageng Reksogati. Tokoh yang diyakini merupakan utusan Kesultanan Demak tersebut disebut pernah menetap di kawasan Sogaten pada abad ke-16.
Di kawasan petilasan Kyai Ageng Reksogati, Plt Wali Kota juga meninjau sejumlah benda yang dipercaya sebagai peninggalan sejarah. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan beberapa genta, yaitu lonceng kecil yang hingga kini masih digunakan dalam ritual keagamaan umat Hindu.
Genta biasanya dibunyikan oleh pemangku atau sulinggih saat memimpin persembahyangan maupun upacara keagamaan di pura. Keberadaan benda tersebut dinilai menarik untuk ditelusuri lebih lanjut guna mengetahui latar belakang sejarah serta keterkaitannya dengan kawasan petilasan Kyai Ageng Reksogati.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan penelusuran situs sejarah dilakukan untuk menggali lebih banyak informasi mengenai asal-usul setiap kawasan di Kota Madiun.
“Kami ingin menggali sejarah yang ada di setiap kelurahan, termasuk berbagai peninggalan yang masih tersimpan. Temuan seperti genta ini akan kami telusuri lebih lanjut bersama para pelaku budaya dan sejarawan agar dapat diketahui nilai sejarah serta keterkaitannya dengan perkembangan Kota Madiun,” ujar Bagus Panuntun.
Menurutnya, setiap kelurahan di Kota Madiun memiliki cerita dan jejak sejarah yang layak didokumentasikan. Karena itu, pemerintah daerah akan melibatkan pelaku budaya, tokoh masyarakat, dan warga untuk menghimpun informasi serta narasi sejarah lokal.
Hasil penelusuran tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat identitas masing-masing kelurahan sekaligus menjadi dasar pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya di Kota Madiun. Pemerintah Kota Madiun juga berharap upaya ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya yang masih tersisa hingga saat ini.






