BPBD Prediksi Musim Kemarau Berlangsung hingga November

Ngawi – Ratusan warga di Kabupaten Ngawi terdampak krisis air bersih akibat kekeringan selama musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi bersama PMI melakukan distribusi air bersih sebanyak dua tangki setiap hari. Musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga November mendatang.

Sebanyak sembilan desa di empat kecamatan saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 392 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra, mengatakan pihaknya bersama PMI secara rutin mendistribusikan dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter kepada warga terdampak. Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 80 ribu liter.

Distribusi air dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak. BPBD juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar segera melapor sehingga bantuan distribusi dapat dilakukan.

Prila menambahkan, berdasarkan prediksi, musim kemarau masih akan berlangsung hingga November mendatang. Kondisi tersebut berpotensi memperluas wilayah yang mengalami kekurangan air apabila tidak segera diantisipasi.

Untuk penanganan jangka pendek, BPBD bersama TNI dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) terus mencari potensi sumber air, termasuk melalui survei geolistrik sebagai dasar pembuatan sumur bor di wilayah yang membutuhkan.

Sementara untuk jangka panjang, masyarakat diimbau meningkatkan penghijauan dengan menanam pohon di kawasan hutan maupun daerah resapan air. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan sumber air dan mengurangi risiko kekeringan pada musim kemarau berikutnya.

Share
Tutup