Harga Ayam Tembus Rp42 Ribu, Pedagang Akui Penjualan Merosot
MADIUN — Harga daging ayam di Pasar Besar Madiun kembali mengalami kenaikan. Per Rabu (19/8/2026), harga daging ayam mencapai Rp42 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp38 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut mulai terasa sejak sekitar satu pekan terakhir. Bahkan, tren kenaikan harga ayam disebut sudah terjadi sebelum memasuki bulan Agustus.
Pedagang menyebut harga daging ayam saat ini bahkan lebih tinggi dibandingkan saat momen Lebaran yang berkisar Rp40 ribu per kilogram. Sementara pada H+1 Lebaran, harga ayam sempat menyentuh Rp50 ribu per kilogram akibat keterbatasan ketersediaan daging ayam.
Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat. Sejumlah pembeli yang sebelumnya membeli dua kilogram daging ayam kini mengurangi jumlah pembelian menjadi sekitar satu kilogram.
Kondisi tersebut juga berdampak pada penjualan pedagang. Jika sebelumnya mampu menjual sekitar 50 kilogram daging ayam ditambah puluhan ekor ayam hidup, kini penjualan turun menjadi sekitar 30 kilogram per hari.
Di sisi lain, harga ayam hidup juga mengalami kenaikan. Harganya saat ini hampir menyentuh Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per ekor.
Pedagang menilai tingginya permintaan ayam turut dipengaruhi oleh program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Pengaruh tersebut terlihat saat libur sekolah beberapa hari lalu, ketika aktivitas sekolah berhenti dan harga ayam sempat turun drastis hingga berkisar Rp15 ribu sampai Rp16 ribu per kilogram.
Namun setelah aktivitas sekolah kembali berjalan, permintaan ayam meningkat. Harga daging ayam pun kembali merangkak naik hingga mencapai Rp42 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut membuat pedagang dan pembeli sama-sama terdampak. Pedagang mengalami penurunan volume penjualan, sementara masyarakat harus menyesuaikan jumlah pembelian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.






