Sepi Peminat, SDN 1 Setono Ponorogo Akhirnya Ditutup
PONOROGO — Sepi peminat selama bertahun-tahun membuat SDN 1 Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, akhirnya ditutup. Sekolah yang sebelum penutupan hanya memiliki enam siswa tersebut kini tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
SDN 1 Setono yang berada di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, resmi berhenti digunakan untuk aktivitas pembelajaran pada Juli 2026. Penutupan dilakukan setelah jumlah siswa terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum ditutup, sekolah tersebut hanya memiliki enam siswa. Masing-masing dua siswa kelas empat, lima, dan enam. Sementara itu, kelas satu hingga tiga praktis tidak memiliki siswa.
Pihak Kelurahan Setono menyebut kondisi tersebut terjadi karena jumlah pendaftar terus menyusut dari tahun ke tahun. Bahkan, ketika hanya ada satu atau dua calon siswa baru yang mendaftar, mereka kemudian diarahkan untuk bersekolah di sekolah lain yang memiliki jumlah siswa lebih memadai.
Pihak kelurahan mengaku menyayangkan penutupan SDN 1 Setono. Terlebih, sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah dasar negeri yang berada di wilayah Kelurahan Setono.
Namun, pilihan orang tua yang cenderung menyekolahkan anak di sekolah lain membuat jumlah siswa SDN 1 Setono terus berkurang. Lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan raya juga dinilai menjadi salah satu pertimbangan orang tua.
Padatnya lalu lintas di sekitar sekolah membuat sebagian wali murid khawatir terhadap keselamatan anak saat beraktivitas di lingkungan sekolah.
Setelah sekolah ditutup, enam siswa yang tersisa dipindahkan ke sekolah terdekat. Di antaranya ke SDN 1 Singosaren dan SDN 1 Japan.
Kini, bangunan SDN 1 Setono masih berdiri, namun tidak lagi dipenuhi aktivitas belajar mengajar. Penutupan sekolah tersebut menjadi gambaran menurunnya jumlah siswa di sekolah negeri di wilayah tersebut.






