Grebeg Maulud dan Gembrung, Jejak Tradisi yang Tetap Hidup di Masjid Kuno Taman

KOTA MADIUN — Dentuman gembrung mengalun syahdu di Masjid Kuno Taman, Kota Madiun, Senin (24/8/2026) malam. Tabuhan alat musik tradisional tersebut mengiringi lantunan selawat dalam tradisi manggulan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Masjid Kuno Taman yang telah berdiri sejak 1725 Masehi menjadi saksi tetap hidupnya seni gembrung, kesenian tradisional warisan leluhur yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat Madiun.

Dalam rangkaian Grebeg Maulud tahun ini, lantunan syair pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dibawakan menggunakan bahasa Jawa. Syair yang dilantunkan berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat.

Tabuhan kendang, lesung kayu berukuran kecil, serta dua gembrung berbahan kulit hewan ternak berpadu dengan lantunan selawat. Dentuman alat musik tradisional khas Madiun tersebut menghadirkan suasana khusyuk sekaligus memperkuat nuansa tradisi dalam peringatan Maulid Nabi.

Seni gembrung merupakan warisan budaya yang tergolong langka. Keberadaannya terus dipertahankan melalui rangkaian kegiatan keagamaan di Masjid Kuno Taman.

Pelestarian tradisi dilakukan tidak hanya dengan merawat sejumlah instrumen peninggalan sejarah, tetapi juga dengan meneruskan keterampilan memainkan gembrung kepada generasi muda.

Di tengah perkembangan zaman, gembrung tetap dihidupkan sebagai bagian dari media syiar dan kehidupan sosial masyarakat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa kesenian warisan leluhur masih dapat berjalan beriringan dengan kehidupan keagamaan masyarakat.

Malam manggulan di Masjid Kuno Taman menjadi gambaran bagaimana tradisi keagamaan dan warisan budaya terus dijaga. Di bawah atap masjid yang telah berdiri selama ratusan tahun, dentuman gembrung tetap mengalun, merawat identitas budaya sekaligus menjaga ingatan sejarah agar tidak tergerus zaman.

Share
Tutup