Jagung Hasil Riset Dipanen, Diklaim Bisa Tembus 10 Ton per Hektare

PONOROGO — Hasil riset benih jagung dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai diuji langsung di lahan pertanian Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Varietas MTE 09 yang diberi nama Jagung Reog 126 tersebut diklaim berpotensi menghasilkan hingga 10 ton jagung kering pipil per hektare.

Panen raya jagung digelar di salah satu lahan pertanian Ponorogo, Kamis (28/8/2026). Sejumlah petani dari berbagai wilayah turut memanen Jagung Reog 126 sebagai bagian dari uji lapangan hasil riset benih.

Dari hasil pengamatan di lahan, tanaman jagung tumbuh cukup baik. Tongkol terlihat berisi dengan butiran jagung yang padat. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator awal dalam melihat potensi varietas MTE 09 ketika diterapkan di lahan petani.

Salah satu petani, Manto Setiawan, mengatakan varietas tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Selain dinilai lebih tahan terhadap penyakit, hasil panennya berpotensi mencapai sekitar 10 ton per hektare.

Meski telah dipanen, pengembangan varietas MTE 09 masih akan terus dilakukan. Evaluasi dan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui kemampuan benih beradaptasi dengan berbagai kondisi lahan serta kebutuhan petani.

Peneliti ITS, Prof. Muryono, mengatakan panen tersebut merupakan bagian dari uji lapangan untuk melihat sejauh mana hasil riset benih dapat diterapkan secara langsung di lahan pertanian.

Pengembangan varietas jagung dengan produktivitas tinggi diharapkan dapat memberikan alternatif bagi petani sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi pangan.

Uji lapangan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan hasil riset dan inovasi di sektor pertanian.

Share
Tutup