DPRD Ngawi Prihatin Tingginya Angka Putus Sekolah Di Ngawi

NGAWI – DPRD Ngawi menyatakan keprihatinannya terhadap tingginya angka putus sekolah untuk siswa tingkat SD dan SMP di wilayah tersebut. Dewan mendesak Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pendataan di lapangan serta mengakomodir para siswa dalam program Sekolah Rakyat.

Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi mencatat sebanyak 730 siswa tingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, mengalami putus sekolah.

Wakil Ketua I DPRD Ngawi, Anas Hamidi, menilai angka tersebut sangat memprihatinkan. Ia berharap pemerintah daerah segera hadir memberikan pendampingan serta mengajak para siswa kembali bersekolah.

Terlebih, menjelang tahun ajaran baru, di Ngawi juga akan mulai beroperasi Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang terlanjur putus sekolah.

Anas juga mendorong adanya kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk mengakomodir siswa putus sekolah agar dapat masuk ke Sekolah Rakyat. Meskipun secara teknis calon siswa diprioritaskan dari desil satu dan dua dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, namun tidak menutup kemungkinan anak putus sekolah juga masuk dalam kategori tersebut.

Diketahui, dari total 730 siswa putus sekolah, sebanyak 200 siswa berasal dari tingkat SD dan 530 siswa dari tingkat SMP. DPRD berharap para siswa tersebut dapat kembali mendapatkan akses pendidikan, baik melalui Sekolah Rakyat maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

Share
Tutup