Musim Hajatan Dan Idul Adha, Pesanan Anyaman Bambu Meningkat

NGAWI – Musim hajatan dan menjelang Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi para perajin anyaman bambu di Kabupaten Ngawi. Permintaan besek dan tumbu mengalami peningkatan signifikan dibanding bulan biasa.

Puluhan warga di Jalan Sawo, Desa Dero, Kecamatan Bringin, secara turun-temurun menekuni usaha kerajinan bambu. Beragam produk dihasilkan, mulai dari tumbu, besek, tampah, kukusan, hingga berbagai peralatan dapur lainnya.

Hampir setiap rumah di sepanjang jalan tersebut memproduksi kerajinan bambu. Aktivitas produksi pun semakin meningkat saat memasuki musim hajatan dan menjelang Iduladha, seiring melonjaknya kebutuhan masyarakat.

Salah satu perajin, Suprapti, mengaku telah menekuni usaha ini sejak kecil. Dalam kondisi normal, ia mampu memproduksi sekitar 5 hingga 10 kerajinan per hari.

Namun saat memasuki periode ramai, yakni antara Mei hingga Oktober, jumlah pesanan meningkat drastis. Jika biasanya dalam sebulan hanya mengirim 100 hingga 200 produk, kini bisa mencapai hingga 400 buah dari berbagai jenis. Produk tersebut umumnya digunakan sebagai wadah daging maupun sayuran.

Sementara itu, Kepala Desa Dero, Ariyadi, membenarkan bahwa kerajinan bambu telah menjadi warisan turun-temurun di wilayahnya. Meski dulunya desa tersebut kaya akan bahan baku bambu, kini sebagian perajin harus mengambil bambu jenis apus dari desa tetangga.

Ia menambahkan, pemasaran kerajinan bambu tidak hanya di wilayah Ngawi, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain seperti Nganjuk, Kediri, Madiun, hingga Magetan.

Meski sebagian besar warga berprofesi sebagai petani, kerajinan bambu tetap menjadi usaha sampingan yang memberikan tambahan penghasilan cukup menjanjikan.

Share
Tutup