Perajin Tusuk Sate Kebanjiran Pesanan Hingga Luar Pulau Jelang Iduladha

KABUPATEN MADIUN – Menjelang Hari Raya Iduladha, permintaan tusuk sate di Kabupaten Madiun meningkat tajam. Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Madiun Raya, tetapi juga luar provinsi hingga luar pulau.

Momentum Iduladha membawa berkah bagi Nahrowi, perajin tusuk sate asal Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo. Dalam tiga minggu terakhir, pesanan tusuk sate meningkat signifikan dibanding hari biasa.

Dalam sehari, Nahrowi mampu memproduksi minimal satu kwintal tusuk sate untuk memenuhi permintaan pasar. Produksi dilakukan menggunakan bambu jenis ori dan petung yang dinilai lebih kuat. Produk yang dihasilkan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 15 sentimeter hingga 30 sentimeter.

Permintaan paling tinggi saat ini berasal dari tusuk sempol serta tusuk sate kambing ukuran 20 dan 22 sentimeter. Untuk wilayah lokal, permintaan didominasi dari Caruban, Magetan hingga Ngawi. Sementara penjualan luar daerah menjangkau Surabaya, Semarang, Tangerang hingga Makassar. Bahkan dalam satu minggu, pengiriman ke wilayah Tangerang bisa mencapai tiga kwintal.

Penjualan dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial dan marketplace. Harga tusuk sate bervariasi tergantung ukuran, yakni sekitar 13 ribu rupiah per kilogram untuk ukuran 15 hingga 20 sentimeter, dan sekitar 14 ribu rupiah per kilogram untuk ukuran 22 sentimeter yang paling diminati.

Meningkatnya permintaan menjelang Iduladha ini dimanfaatkan para perajin untuk menambah produksi sekaligus meningkatkan pendapatan usaha rumahan.

Share
Tutup