13 Ribu Pelajar Alami Gangguan Mata, Pemkab Siap Bentuk Tim Khusus

MAGETAN – Tingginya angka gangguan penglihatan di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Magetan. Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan sepanjang tahun 2025, lebih dari 13 ribu siswa tingkat SD hingga SMA terdeteksi mengalami penurunan ketajaman penglihatan dan memerlukan koreksi menggunakan kacamata.

Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat, dari sekitar 57 ribu pelajar yang menjalani pemeriksaan kesehatan mata, sekitar 13 ribu anak membutuhkan penanganan lebih lanjut berupa penggunaan kacamata. Temuan tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan mata pada anak usia sekolah masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian dan penanganan terpadu.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Magetan tengah menyiapkan pembentukan tim atau komite khusus yang bertugas mengoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan gangguan penglihatan pada pelajar. Tim tersebut nantinya akan melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa agar program penanganan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh wilayah.

Sebelumnya, deteksi dini gangguan penglihatan telah dilakukan melalui sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader siswa. Pelajar yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan kemudian dirujuk ke puskesmas maupun rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak keluarga yang menghadapi kendala biaya, baik untuk pemeriksaan lanjutan maupun pembelian kacamata. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah daerah menyusun sistem bantuan agar pelajar dari keluarga kurang mampu tetap dapat memperoleh akses layanan kesehatan mata secara layak.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengatakan pemerintah daerah juga berencana mengoptimalkan pemanfaatan mobil siaga desa untuk membantu proses rujukan pasien serta menghidupkan kembali peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam pemantauan kesehatan mata siswa.

Dengan sistem yang sedang dirumuskan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap penanganan gangguan penglihatan pada pelajar dapat dilakukan lebih cepat, terpadu, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka gangguan mata pada pelajar sekaligus menjaga kualitas kesehatan dan proses belajar anak di sekolah.

Share
Tutup