Serapan Gabah Bulog Madiun Capai 67.242 Ton, Petani Tetap Dijamin Harga Rp6.500 per Kilogram
Kota Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun terus mengoptimalkan penyerapan gabah hasil panen petani di wilayah Madiun dan Ngawi. Hingga 8 Juli 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 67.242 ton setara beras atau sekitar 87 persen dari target penyerapan tahun 2026 sebesar 77.258 ton setara beras. Capaian tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dimulainya musim panen kedua.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengatakan total gabah yang telah diserap mencapai sekitar 92 ribu ton gabah atau setara dengan 67.242 ton beras. Untuk mendukung penyimpanan hasil serapan, Bulog juga menambah kapasitas gudang dengan menyewa gudang di luar gudang induk.
Saat ini, kapasitas gudang sewaan mencapai sekitar 45 ribu ton yang tersebar di tujuh hingga delapan lokasi. Penyediaan gudang tersebut turut didukung pemerintah daerah melalui bantuan informasi lokasi gudang yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil serapan.
Meskipun realisasi penyerapan telah mendekati target, Bulog memastikan kegiatan pembelian gabah petani tetap berlangsung setiap hari. Bulog juga menegaskan akan menyerap seluruh gabah petani yang memenuhi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Penyerapan gabah dari petani tetap berjalan setiap hari. Selama gabah memenuhi ketentuan HPP, seluruh hasil panen akan kami serap,” ujar Agung Sarianto.
Bulog memperkirakan realisasi penyerapan akan terus meningkat seiring dimulainya musim panen kedua, khususnya di Kabupaten Ngawi. Pada masa panen puncak, kapasitas penyerapan Bulog Cabang Madiun bahkan dapat mencapai hingga 2.000 ton gabah per hari, sementara rata-rata penyerapan harian saat ini masih berada di kisaran 300 ton.






