BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana kepada Siswa melalui Kegiatan MPLS

Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Truneng, Kecamatan Sukomoro, untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada para siswa. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini agar anak-anak lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis bencana, penyebabnya, hingga langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi kondisi darurat. Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Edukasi tersebut diberikan menyusul tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan. Berdasarkan data register bencana alam tahun 2026 hingga pertengahan tahun, tercatat sebanyak 249 kejadian bencana. Cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling banyak terjadi dengan 109 kasus, disusul tanah longsor sebanyak 67 kejadian dan banjir sebanyak 41 kejadian.

Selain itu, Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni 63 peristiwa yang didominasi cuaca ekstrem dan banjir. Sementara Kecamatan Poncol tercatat sebagai daerah paling rawan tanah longsor dengan 44 kejadian, disusul Kecamatan Plaosan dan Ngariboyo.

Staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magetan, Ahmad Fauzi, mengatakan edukasi kebencanaan kepada siswa merupakan langkah penting untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan berbagai jenis bencana kepada anak-anak, penyebabnya, serta langkah-langkah penyelamatan diri apabila terjadi bencana. Harapannya, mereka memiliki kesiapsiagaan sejak usia dini dan mampu melindungi diri maupun orang di sekitarnya,” ujar Ahmad Fauzi.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa juga diajak memahami perilaku yang dapat mencegah terjadinya bencana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak bermain api. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, peduli terhadap lingkungan, dan tanggap menghadapi situasi darurat.

Wakil Kepala SD Negeri Truneng, Heru Nurkayatin Setiati, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan bekal pengetahuan penting bagi para siswa sejak hari pertama masuk sekolah.

“Materi kebencanaan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Kami berharap mereka tidak hanya memahami cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sehingga dapat mengurangi risiko bencana di kemudian hari,” ungkap Heru.

Melalui edukasi yang diberikan sejak usia dini, BPBD Magetan berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai mitigasi bencana, risiko korban maupun dampak bencana di wilayah rawan seperti Magetan, Poncol, Plaosan, dan Ngariboyo diharapkan dapat ditekan.

Share
Tutup