Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun, Satu Prajurit Gugur dan Enam Personel Terluka

Kabupaten Madiun – Ledakan terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat di Kabupaten Madiun, Jumat (17/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit gugur, sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka saat menjalankan tugas.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa ledakan terjadi ketika personel sedang melaksanakan pemeriksaan dan perawatan material munisi di salah satu gudang penyimpanan.

Menurut Donny, seluruh rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Mulai dari pelaksanaan prosedur tetap, briefing awal, hingga proses pemeriksaan dan perawatan material disebut telah mengikuti standar operasional yang ditetapkan.

“Kegiatan pemeriksaan dan perawatan material munisi dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh tahapan, mulai dari prosedur tetap, briefing awal, hingga pelaksanaan kegiatan, telah dijalankan sesuai standar operasional,” ujar Brigjen TNI Donny Pramono.

Akibat insiden tersebut, satu personel dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, empat personel mengalami luka berat dan dua personel lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. TNI Angkatan Darat juga memberikan pendampingan kepada para korban maupun keluarga.

Terkait penyebab ledakan, TNI AD masih melakukan penyelidikan. Tim investigasi dari Jakarta telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna mengungkap kronologi serta penyebab pasti insiden tersebut.

“Saat ini penyebab ledakan masih dalam proses investigasi. Tim dari Jakarta telah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Donny.

Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dalam pengamanan untuk kepentingan penyelidikan. TNI AD memastikan proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas penanganan amunisi.

Share
Tutup