“Mbah Kung”, Saksi Bisu Puluhan Tahun Pengabdian Pemadam Kebakaran Magetan

Magetan – Di tengah deretan armada pemadam kebakaran modern yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magetan, sebuah mobil pemadam berusia lebih dari empat dekade masih dirawat dengan baik. Armada yang akrab dijuluki “Mbah Kung” itu menjadi saksi bisu perjalanan panjang penanganan kebakaran di wilayah Magetan hingga eks Karesidenan Madiun.

Mobil pemadam berwarna merah tersebut terparkir di bagian belakang Markas Komando (Mako) Damkar Magetan. Meski usianya sudah tidak muda, kendaraan itu masih berdiri kokoh dan menjadi bagian penting dari sejarah pelayanan pemadam kebakaran di daerah.

“Mbah Kung” merupakan armada produksi tahun 1979 dengan sasis Isuzu Forward buatan Jepang. Setahun kemudian, kendaraan tersebut mulai dioperasikan untuk mendukung penanganan kebakaran di Kabupaten Magetan.

Selama lebih dari 40 tahun bertugas, armada ini telah diterjunkan dalam berbagai peristiwa kebakaran besar, tidak hanya di Magetan, tetapi juga di sejumlah wilayah eks Karesidenan Madiun. Di antaranya kebakaran kereta api di Ngawi, kebakaran Pasar Legi Ponorogo, hingga kebakaran besar Pasar Sayur Magetan pada 2016.

Meski telah berusia lebih dari empat dekade, kondisi “Mbah Kung” masih terawat. Sebagian besar komponen kendaraan bahkan masih menggunakan suku cadang asli bawaan pabrik.

Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan armada tersebut mulai menurun. Sistem pengereman tidak lagi seoptimal saat pertama kali digunakan sehingga kendaraan tidak direkomendasikan untuk melintasi medan dengan tanjakan maupun turunan yang curam. Selain itu, ketersediaan suku cadang juga semakin terbatas.

Di balik sejarah panjang pengabdiannya, “Mbah Kung” juga menyimpan cerita unik yang masih dipercaya sebagian petugas Damkar Magetan. Mereka meyakini setiap kali armada tersebut selesai dicuci, tidak lama kemudian akan muncul laporan kebakaran. Meski dianggap sebagai kebetulan, kisah itu terus diwariskan dari generasi ke generasi di lingkungan pemadam kebakaran.

Kini, “Mbah Kung” lebih sering berada di barisan belakang Mako Damkar dan hanya dioperasikan dalam kondisi tertentu. Meski demikian, keberadaannya tetap memiliki makna tersendiri bagi para petugas.

“Mbah Kung bukan sekadar kendaraan tua. Armada ini menjadi bagian dari sejarah perjalanan Damkar Magetan dan simbol pengabdian para petugas dalam melayani masyarakat selama puluhan tahun,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Magetan, Ali Sukamto.

Di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya armada pemadam yang lebih modern, “Mbah Kung” tetap dipertahankan sebagai bagian dari sejarah Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Magetan. Kendaraan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebakaran yang berhasil dipadamkan, terdapat dedikasi, keberanian, dan pengabdian para petugas yang telah melintasi zaman.

Share
Tutup