Pasca Viral Camat Main Gim, Ketua DPRD Madiun Soroti Etika Peserta Rapat Paripurna

Kab Madiun – Kasus Camat Madiun, Muksin Harjoko, yang viral setelah kedapatan bermain gim saat rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun terus menjadi perhatian publik. Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengingatkan seluruh peserta rapat agar menjaga etika serta menghormati jalannya sidang paripurna.

Fery menilai kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta forum resmi untuk menjaga kedisiplinan selama mengikuti rapat. Menurutnya, penggunaan telepon genggam untuk aktivitas yang tidak berkaitan dengan jalannya persidangan tidak semestinya dilakukan.

“Rapat paripurna merupakan forum resmi yang memiliki nilai kehormatan. Karena itu, seluruh peserta wajib mengikuti jalannya rapat dengan penuh perhatian dan menghormati forum persidangan,” ujarnya.

Meski demikian, Fery mengakui penggunaan telepon seluler saat rapat masih kerap terlihat, baik dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN) maupun sebagian anggota DPRD. Namun, ia membedakan penggunaan ponsel untuk kepentingan pekerjaan dengan aktivitas yang sama sekali tidak berkaitan dengan agenda rapat, seperti bermain gim.

Menurutnya, penggunaan perangkat komunikasi untuk mendukung pekerjaan masih dapat dimaklumi, selama tidak mengganggu jalannya persidangan maupun mengurangi konsentrasi peserta rapat.

Dalam kesempatan tersebut, Fery juga menegaskan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Penegasan itu berlaku bagi seluruh peserta rapat, baik anggota DPRD, ASN, maupun tamu undangan, agar senantiasa menjaga etika, menghormati forum persidangan, dan mempertahankan wibawa lembaga.

Sebelumnya, Camat Madiun Muksin Harjoko mengakui dirinya merupakan sosok dalam video yang viral di media sosial karena bermain gim saat berada di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Ia menjelaskan permainan tersebut dilakukan sebelum rapat dimulai sambil menunggu sidang berlangsung dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakannya yang menimbulkan persepsi negatif.

Share
Tutup