Siaga Karhutla, 125 Personel Bangun Ilaran Sepanjang 4,5 Kilometer di Gunung Lawu

MAGETAN – Perum Perhutani KPH Lawu bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga membangun ilaran atau sekat bakar sepanjang sekitar 4,5 kilometer di kawasan Gunung Lawu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Sebanyak 125 personel diterjunkan untuk membuat ilaran di wilayah BKPH Lawu Selatan, tepatnya di jalur pendakian Cemoro Sewu. Jalur tersebut dibersihkan dari rumput kering serta material yang mudah terbakar agar dapat berfungsi sebagai pembatas yang memperlambat, bahkan menghentikan, penyebaran api apabila terjadi kebakaran hutan.

Pembuatan ilaran dibagi menjadi tiga kelompok kerja. Masing-masing tim mengerjakan jalur sepanjang lebih dari satu kilometer, dengan salah satu sektor terpanjang membentang dari titik penampungan air menuju Pos 2 Cemoro Sewu.

Upaya mitigasi ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan Gunung Lawu yang didominasi ilalang, tanaman kerinyu, serta hutan cemara yang mudah terbakar.

Pengalaman kebakaran besar pada 2023 juga menjadi perhatian. Saat itu, api tidak hanya menghanguskan kawasan hutan, tetapi juga merusak jaringan pipa penyalur air dari sumber mata air pegunungan menuju permukiman warga.

“Pembuatan ilaran ini merupakan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan saat musim kemarau. Kami juga mengajak seluruh masyarakat dan pendaki agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak menyalakan api maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.”
— Hermawan, Wakil Administratur KPH Lawu

Selain membangun ilaran, Perhutani bersama unsur gabungan juga terus memberikan edukasi kepada para pendaki agar tidak menyalakan api selama beraktivitas di kawasan hutan. Patroli gabungan bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat akan terus ditingkatkan sepanjang musim kemarau untuk memastikan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sedini mungkin.

Share
Tutup