Harga Timun Naik, Hasil Panen Petani Magetan Menyusut
Magetan – Petani timun di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan merasakan kenaikan harga jual timun pada musim panen tahun ini. Namun, peningkatan harga tersebut belum sepenuhnya mampu menutupi penurunan hasil panen yang diduga dipengaruhi kondisi cuaca panas.
Pada musim panen kali ini, harga timun di tingkat petani mencapai Rp10.000 per kilogram. Bahkan, sekitar sepekan lalu harga sempat menyentuh Rp18.000 per kilogram. Meski kini mulai turun, harga tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan musim panen tahun lalu yang umumnya hanya berkisar di bawah Rp6.000 per kilogram.
Di balik kenaikan harga tersebut, produktivitas tanaman justru mengalami penurunan. Dari sekitar 3.500 tanaman timun yang dibudidayakan, hasil panen pada musim sebelumnya mampu mencapai 3 hingga 4 ton. Sementara pada musim panen tahun ini, produksi diperkirakan hanya berkisar 2 hingga 3 ton.
Salah seorang petani timun, Mbah Kletong, mengatakan tanaman pada musim tanam kali ini tidak tumbuh seoptimal tahun sebelumnya sehingga jumlah buah yang dihasilkan lebih sedikit.
“Harganya memang lebih baik dibanding tahun lalu, tetapi hasil panennya menurun. Tanamannya kurang maksimal dan buah yang dihasilkan lebih sedikit,” ujar Mbah Kletong.
Menurut para petani, penurunan hasil panen bukan disebabkan oleh kurangnya pemupukan maupun ketersediaan air. Mereka menduga suhu udara yang lebih panas selama musim tanam menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas timun.
Meski demikian, petani berharap kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya lebih mendukung sehingga hasil panen dapat kembali meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih baik.






