Rejeb Parang hingga Virginia, Tembakau Magetan Miliki Daya Saing Tinggi

Magetan – Memasuki musim tanam tembakau, prospek komoditas tembakau di Kabupaten Magetan dinilai masih menjanjikan. Selain memiliki keunggulan waktu tanam yang lebih awal dibandingkan sejumlah daerah lain, Magetan juga memiliki beragam varietas tembakau unggulan dengan nilai ekonomi yang tinggi sehingga mampu bersaing di pasar.

Keunggulan waktu tanam menjadi salah satu faktor yang mendukung daya saing tembakau Magetan. Masa panen yang lebih awal membuat pedagang maupun industri pengolahan tembakau datang ke Magetan sebelum daerah penghasil tembakau lainnya memasuki masa panen. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi petani untuk memasarkan hasil panen lebih cepat.

Dari sisi harga, tembakau Magetan juga menunjukkan prospek yang positif. Harga tembakau daun basah saat ini telah menembus lebih dari Rp10.000 per kilogram. Sementara itu, tembakau rajangan halus berkualitas asal Kecamatan Parang diperdagangkan dengan harga antara Rp500.000 hingga Rp700.000 per bal, tergantung kualitas hasil panennya.

Kabupaten Magetan memiliki sejumlah varietas tembakau yang berkembang sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Di Kecamatan Parang, petani mengembangkan tembakau Rejeb Parang yang dikenal menghasilkan rajangan halus berkualitas. Sementara itu, di wilayah lereng Gunung Lawu seperti Kecamatan Plaosan dan Sidorejo berkembang varietas Andong Kuning dan Andong Mliwis yang banyak dipasarkan ke Temanggung. Adapun di Kecamatan Takeran, petani membudidayakan tembakau jenis Virginia dan Burley, meskipun luas tanamnya masih di bawah 50 hektare.

Untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan terus memberikan pendampingan kepada petani. Pendampingan dilakukan melalui penerapan teknik budi daya yang lebih baik, penggunaan bibit dalam tray semai, serta pemanfaatan mulsa plastik guna meningkatkan keberhasilan tanam.

“Kami terus memberikan pendampingan kepada petani agar produktivitas dan kualitas tembakau meningkat. Dengan penerapan teknologi budi daya yang tepat, diharapkan hasil panen petani semakin baik dan memiliki daya saing di pasar,” ujar Bambang Utomo, Subkoordinator Perkebunan Dinas TPHP Kabupaten Magetan.

Meski demikian, kenaikan harga mulsa plastik masih menjadi tantangan bagi petani pada musim tanam tahun ini. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan pendampingan teknis sekaligus memperluas akses pemasaran agar petani memiliki lebih banyak pilihan pasar dan nilai jual hasil panen tetap terjaga.

Dengan keunggulan waktu panen, keragaman varietas, serta harga yang masih kompetitif, tembakau Magetan dinilai tetap memiliki prospek yang baik sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani di Kabupaten Magetan.

Share
Tutup