Penambang Pasir Tradisional Makin Langka, Tersisa Tiga Orang di Joketro

Magetan – Profesi penambang pasir tradisional di Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kini semakin tergerus perkembangan zaman. Dari yang sebelumnya digeluti puluhan warga, kini hanya tersisa tiga penambang yang tetap bertahan meski penghasilan menurun dan aktivitas semakin berat saat musim kemarau.

Aktivitas penambangan pasir tradisional masih terlihat di aliran sungai Desa Joketro sejak pagi hari. Dengan peralatan sederhana, para penambang mengeruk pasir dari dasar sungai, kemudian mengangkutnya menggunakan kendaraan roda tiga maupun pikap. Pekerjaan tersebut telah mereka jalani selama bertahun-tahun, tetapi jumlah penambang terus berkurang karena faktor usia dan penghasilan yang tidak lagi menjanjikan.

Bagi sebagian warga, menambang pasir kini lebih banyak dijadikan pekerjaan sampingan, terutama saat tidak ada aktivitas di sawah atau ladang. Kondisi musim kemarau juga membuat pekerjaan semakin berat. Saat debit air menurun, pasir yang dapat diambil tidak lagi berada di pinggir sungai sehingga penambang harus masuk lebih jauh dan mengeruk lebih dalam. Jika dalam kondisi normal satu pikap pasir dapat dikumpulkan dalam sehari, saat kemarau prosesnya bisa mencapai dua hari.

Untuk satu pikap pasir, penambang biasanya memperoleh sekitar Rp200 ribu. Sementara satu angkutan menggunakan kendaraan roda tiga dihargai sekitar Rp100 ribu. Dahulu, para penambang juga mengandalkan batu sungai untuk menambah penghasilan. Namun, minat terhadap batu hasil tambang tradisional kini mulai menurun karena masyarakat lebih banyak memilih material dari produk pabrikan.

Salah satu penambang, Riyem, mengatakan pekerjaan tersebut tetap dijalani untuk menambah penghasilan meski hasilnya tidak sebesar sebelumnya. Para penambang juga harus menyesuaikan aktivitas dengan kondisi sungai dan permintaan pasir.

Di tengah tekanan musim kemarau dan persaingan dengan material pabrikan, profesi penambang pasir tradisional di Desa Joketro semakin terancam hilang. Meski demikian, tiga penambang yang masih bertahan memilih tetap menjalani pekerjaan tersebut selama masih ada permintaan dan pasir masih dapat diambil.

Share
Tutup