PMI Jatim Sebut 13 Kabupaten/Kota Alami Kesulitan Air Bersih

NGAWI — Musim kemarau 2026 menyebabkan sejumlah wilayah di Jawa Timur mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur mencatat terdapat 13 kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan dan saat ini membutuhkan distribusi air bersih.

Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, menyampaikan hal tersebut saat memberikan bantuan air bersih kepada warga Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.

Menurut Imam, dari 13 kabupaten dan kota yang terdampak, terdapat 26 kecamatan yang saat ini mengandalkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

PMI Jawa Timur bersama pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri terus melakukan pendistribusian air ke wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.

Hingga kini, sebanyak 16 truk tangki telah dikerahkan untuk membantu proses distribusi air kepada masyarakat yang membutuhkan.

PMI Jawa Timur juga menginstruksikan seluruh jajaran PMI di masing-masing kabupaten dan kota untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan instansi terkait dalam penanganan dampak kekeringan, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih.

Sejumlah warga di wilayah terdampak kini harus mencari sumber-sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, di samping mengandalkan pasokan air bersih yang didistribusikan oleh pemerintah dan lembaga kemanusiaan.

Share
Tutup