Api Gunung Lawu di Magetan Padam, Petugas Waspadai Titik Api Baru

MAGETAN — Kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu wilayah Kabupaten Magetan telah padam. Meski demikian, petugas gabungan masih disiagakan untuk memantau kondisi kawasan dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.

BPBD Kabupaten Magetan bersama TNI, Polri, Perhutani, relawan, dan masyarakat sebelumnya melakukan penanganan kebakaran yang terdeteksi sejak Senin, 14 September 2026. Kebakaran pertama terjadi di perbatasan Desa Jabung, Magetan, dengan Desa Karangrejo, Ngawi, dan membakar sekitar sembilan hektare hutan di Petak 50E1, 50A1, dan 50A2.

Petugas menghadapi kendala medan yang menyulitkan akses menuju titik api. Kondisi angin yang berubah juga menjadi tantangan karena dapat memengaruhi pergerakan api. Pada Rabu, 16 September, titik api kembali terpantau di Petak 66 RPH Bedagung, Desa Getasanyar, dengan luas terdampak sekitar delapan hektare.

Untuk mencegah kebakaran meluas, petugas membuat ilaran atau sekat bakar sepanjang sekitar 3,5 kilometer di kawasan Petak 50A2 hingga Petak 51B1, 56B, dan 56C atau Alur F. Sementara di Petak 66, ilaran mencapai sekitar 1,17 kilometer. Pemantauan kawasan juga dilakukan menggunakan drone.

Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan seluruh titik api di Petak 50 dan Petak 66 wilayah Magetan telah padam hingga Jumat sore. Namun, personel gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi munculnya titik api baru. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok atau menyalakan api di kawasan yang mudah terbakar.

Share
Tutup