Cegah Penyebaran Super Flu, Pemkab Madiun Siagakan Faskes dan Logistik Obat

Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Influenza A atau yang disebut super flu. Meski hingga September 2026 belum ditemukan kasus di Kabupaten Madiun, langkah antisipasi diperkuat menyusul adanya kasus di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Pemantauan dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) di seluruh puskesmas dan rumah sakit daerah. Sistem tersebut digunakan untuk mengantisipasi potensi penularan, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Dalam pencegahan, Dinas Kesehatan memperbarui surat edaran kewaspadaan dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui penyebaran pamflet di sejumlah fasilitas kesehatan. Ketersediaan obat antivirus dan kapasitas tempat tidur rawat inap di rumah sakit daerah juga dipastikan dalam kondisi aman dan siap digunakan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga asupan gizi. Warga juga diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan untuk mengantisipasi paparan debu selama musim kemarau.

Masyarakat yang mengalami gejala mirip influenza juga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes usap atau swab untuk mengetahui kondisi kesehatan dan menentukan penanganan lebih lanjut.

Share
Tutup